Senin, 17 Januari 2011 Bayan Pak Cecep

Alhamdulilah, senang sekali bisa hadir dalam malam markaz di Bandung kemarin dan juga malam musyawarah di Kebon Jeruk. Memang benar sekali kalo kita sangat dianjurkan untuk bisa hadir dalam malam markaz setiap pekannya atau paling minimal sekali yaitu sekali dalam 1 bulan. Dengan hadir di malam markaz, banyak nashihat-nashihat yang insyaAllah kita dapatkan dari orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam usaha da’wah.
Berikut kami tuliskan bayan pak Cecep Firdaus pada saat malam markaz Antapani, pekan kemarin dan juga bayan ketika musyawarah markaz di BonJer. Semoga dapat mengambil hikmahnya..


Nashihat maulana Umar untuk dapat mengeluarkan jama’ah da’wah sebanyak-banyaknya, yaitu:
Pertama, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru keluar 4 bulan IPB
Kedua, 2 orang lama membawa 8-10 orang baru untuk keluar 4 bulan dalam negri
Ketiga, kumpulan orang lama bersama-sama keluar 4 bulan negri jauh
Keempat, mempersiapkan para kaum wanita untuk ijtima’ (di Bangladesh, ketika ijtima’ tahun lalu ada 100ribu wanita yang bersedia puasa senin-khamis dan 3 hari tengah bulan untuk menghadapi ijtima’)
Kelima, orang lama meluangkan waktunya 2bulan untuk khidmat di markaz nizhamuddin


orang berilmu itu dalam bahaya apabila ia belum beramal
orang beramal dalam bahaya apabila ia belum ikhlash
seorang maulana menambahkan dalam bayannya, orang yang ikhlash juga dalam bahaya, karena ia akan berada dalam incaran syaithan sehingga hilang keikhlashannya


‘seorang kaya mengambil anak angkat dari keluarga yang miskin. Maka anak ini dipelihara dengan baik. Diberi makan, diberi pakaian yang bagus. Setelah itu ia disekolahkan hingga menjadi sarjana dengan gelar yang tinggi. Lalu ia diberikan perusahaan untuk dikelola. Suatu saat, sang ayah (yang kaya tadi) telah tiba ajalnya. Maka ia memanggil anak angkatnya tadi. Tapi ketika itu sang anak sedang mendapat kerjaan yang penting yang bisa rugi jika ditinggalkan. Maka ia tidak memenuhi panggilan ayah angkatnya. Maka sang ayah berkata, “Anak macam apa ia. Padahala ia adalah anak dari keluarga miskin. Aku angkat ia jadi anakku, ku sekolahkan, kunikahkan ia, ku beri perusahaan besar….” Ketika ia menyebut seluruh kebaikannya, maka Allah azza wa jalla mencabut nyawanya. Maka habislah seluruh amalnya itu…
Shahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana ikhlash itu..? Maka Rasulullah menjawab,’Aku tidak tahu. Mari kita bertanya pada Jibril.’ Maka Rasulullah saw bertanya, ‘Bagaiamana ikhlash itu wahai Jibril?’ Jibril a.s menjawab, ‘Aku tidak tahu. Mari kita tanya langsung pada Allah.’ Maka Allah menjawab, ‘Ikhlash itu adalah rahasia Aku.’
Karkun-karkun di Indonesia banyak mengeluh karena mereka punya banyak masalah yang tidak selesai-selesai. Selesai satu maka datang yang lain. Maka Maulana Ahmad Lat berkata seperti yang telah dikatakan oleh suatu keterangan bahwa barang siapa yang memperbaiki hubungan nya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk. Tapi kalo kita tidak memeperbaiki hubungan kepada Allah, maka jangan harap segala permasalahan kita akan diselesaikan oleh Allah azza wa jalla.
Maulana sa’ad bertanya kepada pak Cecep, “sudah berada ditingkatan manakah karkun-karkun di Indonesia..?” Maka pak Cecep tidak dapat menjawabnya. Maka Maulana Sa’ad berkata bahwa ada 4 tingkatan manusia.
Tingkatan pertama, orang yang menolak sama sekali terhadap usaha da’wah. Berarti orang ini telah ingkar terhadap Al qur’an dan As sunnah karena dalil-dalil usaha da’wah ada smuanya di dalam Al qur’an dan hadits.
Tingkatan kedua, orang yang senang sekali dengan usaha da’wah. Mendukung dan setuju dengan usaha da’wah. Tapi apabila diajak untuk keluar di jalan Allah azza wa jalla, maka ia berkata nanti dulu atau belum siap.
Tingkatan ketiga, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla. Tetapi ketika dihadapkan oleh suatu pilihan ketika datangnya takaza agama dengan takaza dunia, maka ia mendahului takaza dunianya.
Tingkatan keempat, orang yang senang dengan usaha da’wah, ikut bersama-sama keluar di jalan Allah azza wa jalla, dan ketika dihadapkan antara 2 pilihan, takaza dunia atau agama maka ia memilih takaza agama lebih dahulu dan mengorbankan keduniaannya.


MasayaAllah, bersyukur kita karena Indonesia diberi kesempatan untuk mengadakan ijtima’ dunia pada bulan Juli 2009 di Jakarta. Banyak negara yang minta izin untuk mengadakan ijtima’ dunia, tapi tidak diizinkan oleh para masyaikh. Target pengeluaran jama’ah untuk Indonesia yaitu mengeluarkan sebanyak lebih kurang 13.240 jama’ah. Maka ia adalah tanggung jawab kita semua untuk dapat mensukseskan ijtima’ ini. Untuk itu diharapkan dari 1 halaqah dapat mengeluarkan 1 jama’ah 40hari dan 1 jama’ah 4 bulan. Jama’ah gerak 4bulan dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4 bulan dan 3 jama’ah 40 hari. Dan jama’ah 40 hari dapat mengeluarkan 1 jama’ah 4bulan dan 1 jama’ah 40hari.
Digg it StumbleUpon del.icio.us

0 komentar:

Poskan Komentar